Ubuntu Pasuruan

id-ubuntu Sub Loco Pasuruan

Instal ulang GRUP Bootloader Ubuntu

Posted by admin on March 18, 2008

Masalah ini sering dialami jika komputer kita terpasang dua operating sistem atau lebih. Terutama jika windows di pasangkan dengan linux.

Kasus pertama

karena suatu alasan maka dilakukan proses instal ulang pada windows, hal ini akan menyebabkan grup bootloader akan terhapus dari MBR, menyebabkan tidak bisa booting ke linux. Untuk kasus ini yang diperlukan adalah mengintal kembali GRUP Bootloader-nya linux.

Kasus kedua

Karena suatu alasan atau keperluan yang lainya, kita akan menghapus linux yang ada di komputer kita. Biasanya kita tinggal format partisi linux untuk menghapusnya. Namun cara ini masih meninggalkan bekas yaitu grup bootloadernya masih tersisa dikomputer kita.

Penyelesaian kasus

Untuk penyelesaian kasus kedua sebenarnya sangat mudah. Grup bootloader milik linux tersimpan di MBR. Sebenarnya menghapus isi dari MBR sagat mudah. Dengan perintah dos klasik saja MBR bisa kita hapus. Perintahnya adalah:

FDISK /MBR

Perintah ini menggunakan FDISK yang biasa untuk partisi lewat dos. Namun hanya MBR saja yang dihapus. Setelah ini maka GRUP linux akan hilang juga.

Sedangkan untuk kasus pertama, yaitu mengembalikan GRUP yang telah hilang baik karena proses instalasi baru untuk windows maupun karena langkah seperti yang barusan. Langkah-langkanya adalah:

  • Booting komuter dengan Linux live on CD (Ubuntu)
  • Buka terminal dan ketik perintah sebagai berikut: (sesuaikan id hardisk dan partisinya, misalnya yang digunakan adalah harddisk pertama dan partisi pertama untuk menginstal grup pada proses instalasi linux yang adamakan dipilih hd0)

sudo grub
> root (hd0,0)
> setup (hd0)
> exit

  • Setelah ini seherusnya linux sudah bisa booting secara normal.

Namun jika masalahnya adalah Ubuntu diinstal sebelum sebelum windows terisntal, maka informasi untuk windows belum ada dalam menu boot, maka ada tambahan untuk settingan secara manual boot menu-nya.

File yang prlu dibuka untuk keperluan ini adalah /boot/grub/menu.lst

sudo gedit /boot/grub/menu.lst

maka akan nampak contoh setingan untuk boot menu sebagai berikut:

# title Windows 95/98/NT/2000
# root (hd0,0)
# makeactive
# chainloader +1


Untuk mengubah settingan tersebut tinggal buang tanda “#” dan sesuaikan untuk lokasi tempat instalasi windows yang ada.

Posted in Desktop, Kernel | 2 Comments »

Membuat Repo Local Ubuntu

Posted by admin on March 8, 2008

Repositori lokal dapat dibangun dalam rangka menghemat penggunaan bandwidth karena proses pengambilan berkas-berkas paket dari mirror hanya perlu dilakukan satu kali sedangkan selanjutnya cukup mengakses repositori lokal saja.

selengkapnya klik disini…

Posted in Desktop, Networking, Tips & Trik | Leave a Comment »

Install & Konfigurasi MRTG SNMP di ubuntu

Posted by admin on March 8, 2008

Beberapa hari yang lalu saya coba-coba intall MRTG, tapi sering mengalami kegagaln:( Knp yah??? Capekkk deh…….jadinya harus troubleshootimg terus……but, sekarang udah lega coz udah berhasil semua:)

Sebelum menginstall MRTG pertama yang harus di perhatikan adalah untuk instalasi snmp. Setelah snmp sudah jalan semua barulah kita jalankan MRTG:) Selain itu pastikan komputer linux anda untuk apache perl sudah berjalan normal. Jika apache perl belum ada, maka anda harus install terlebih dahulu caranya disini. Langsung saja yah, langkah-langkahnya sebagai berikut :

Download disini dulu yah, mrtg dan snmp.

Setelah kedua file diatas sudah di download, sekarang kita harus install gcc terlebih dahulu
#apt-get install gcc build-essential

Sekarang kita masuk ke direktori file yang kita download tadi :
#tar -zxf mrtg-2.15.2.tar.gz
masuk ke direktori
#cd
#./configure
#make
#make install
Selesai.

Untuk instalasi snmp
#tar -zxf net-snmp-5.4.1.pre1.tar.gz
masuk ke direktori
#cd
#./configure
#make
#make install
Selesai

Jika sudah berhasil makan akan muncul direktori untuk mrtg yang berlokasi di /var/www/mrtg.
Edit file /etc/snmp/snmpd.conf dengan editor kesayangan anda
#vi /etc/snmp/snmpd.conf

Menjadi seperti ini
# sec.name source community
#com2sec paranoid defaut public
#com2sec readonly default public
#com2sec readwrite default private
com2sec readonly default public
com2sec readonly 172.16.8.0/24 public
####

# Second, map the security names into group names:
# sec.model sec.name
group MyROSystem v1 paranoid
group MyROSystem v2c paranoid
group MyROSystem usm paranoid
group MyROGroup v1 readonly
group MyROGroup v2c readonly
group MyROGroup usm readonly
group MyRWGroup v1 readwrite
group MyRWGroup v2c readwrite
group MyRWGroup usm readwrite
####

####
# Third, create a view for us to let the groups have rights to:
# incl/excl subtree mask
view all included .1 80
view system included .iso.org.dod.internet.mgmt.mib-2.system

####
# Finally, grant the 2 groups access to the 1 view with different
# write permissions:
# context sec.model sec.level match read write notif
access MyROSystem “” any noauth exact system none none
access MyROGroup “” any noauth exact all none none
access MyRWGroup “” any noauth exact all all none
# —————————————————————————–

Restart snmp
#/etc/init.d/snmpd restart

Test apakah snmp kita sudah jalan apa belom :
#snmpwalk -v 2c -c public localhost

Jika sudah berhasil, langkah berikutnya membuat file mrtg.cfg. Perintah ini dilakukan 1x saja, maskudnya anda tidak perlu menjalankan perintah ini lagi ketika menambah index snmp yang akan di capture.
#cfgmaker public@localhost > /etc/mftg.cfg

Kemudian memasukkan file mrtg.cfg ke index.html . Perintah ini berguna agar router/pc yang kita capture bisa keluar di web (index.html)
#indexmaker /etc/mrtg.cfg >> /var/www/index.html

Selesai, sekarang anda tinggal melihat hasilnya via browser kesayangan anda di alamat
http://localhost/mrtg
Tunggu sekitar 5 menit, jika semuanya sudah berhasil maka akan tampil seperti berikut

MRTG

Selesai…

Posted in Monitoring | 6 Comments »

Monitoring host traffic dengan zabbix di ubuntu

Posted by admin on March 8, 2008

Sekarang2 ini semakin mudah saja seorang admin untuk memonitor jaringannya, setelah muncul MRTG kemudian CACTI, ternyata semakin banyak lagi yang software dan tools untuk memonitoring host traffic salah satu diantaranya adalah zabbix.

Untuk melihat feature dari zabbix bisa dilihat di http://www.zabbix.com/features.phpdan jika ingin melihat requirement apa saja untuk dapat menginstall zabbix dapat dilihat di  http://www.zabbix.com/requirements.php .

Perlu diketahui OS yang saya gunakan adalah Ubuntu 7.10 (Gutsy Gibbon).

Langkah awal untuk menginstall zabbix adalah memastikan bahwa host kita telah terinstall webserver(apache2-php5) dan database server(mysql server5).

Jika sudah terinstal langkah selanjutnya menginstal snmp :
root@tsubasa:/# apt-get install snmp 

Kemudian tambahkanlah repository berikut dalam /etc/apt/source.list

# Zabbix
deb http://mirror.opf.slu.cz/zabbix unstable contrib

kemudian updatelah source list tersebut dan instal zabbix
root@tsubasa:/# apt-get update
root@tsubasa:/# aptitude install zabbix
-frontend-php zabbix-server zabbix-agent 

Setelah itu akan ada tampilan layar yang meminta password untuk admin database server kita (user root)
selanjutnya akan ada permintaan tentang password dari user zabbix dan konfirmasinya.

Setelah selesai maka zabbix telah terinstal.  

Cara menjalankan zabbix:
root@tsubasa:/# /etc/init.d/zabbix-server start
root@tsubasa:/# /etc/init.d/zabbix-agent start 

Untuk memulai mengkonfigurasi zabbix :
buka browser kemudian ketik http://localhost/zabbix
Maka anda akan dibawa untuk menginstall zabbix dan mengkonfigurasinya underweb.

Berikut beberapa pesan error sekaligus solusinya yang saya alami ketika menginstall zabbix :

1. Timezone for php is not set.Please set ………..
solusi : ubahlah value variabel date.timezone yang terdapat pada php.ini di directory /etc/php5/apache2 menjadi date.timezone = Asia/jakarta. Kemudian restartlah service apache.

2. PHP Max execution Time : 30 sec fail
solusi : ubahlah value max_execution_time=30 yang terdapat dalam php.ini menjadi max_execution_time=300 , kemudian restartlah service apache.

3. Mysql_pconnect , access denied for user user zabbix@localhost
solusi : Sesuaikan konfigurasi (username,password dan database) yang terletak pada /usr/share/conf/zabbix.conf.php dengan  username,password dan database pada mysql.

4. Incorrect configuration file[/usr/share/conf/zabbix.conf.php]
solusi : Klik save configuration file pada tahap 6.install kemudian ganti isi file /usr/share/conf/zabbix.conf.php dengan isi file yang tadi diklik.   

Cukup sampai disini yang bisa saya jelaskan, selanjutnya tergantung bagaimana anda menggunakan dan mengembangkannya.

Thanx

Posted in Monitoring | 2 Comments »

Tutorial Instalasi NTop di Ubuntu

Posted by admin on March 8, 2008

Ntop merupakan salah satu Tools untuk memonitoring jaringan, disamping Ntop masih ada lagi beberapa tools lainnya seperti:cacti,MRTG,Nagios dsb.
Pada kali ini kita akan mencoba menginstall NTOP dengan ubuntu. Caranya sangat mudah sekali.

Install Graphviz
tsubasa@localhost:/$ sudo apt-get install graphviz

Install rrdtool

tsubasa@localhost:/$ sudo apt-get install rrdtool rrdcollect rrdtool-tcl
tsubasa@localhost:/$ sudo mkdir /var/lib/ntop/rrd
tsubasa@localhost:/$ sudo mkdir /var/lib/ntop/rrd/graphics
tsubasa@localhost:/$ sudo mkdir /var/lib/ntop/rrd/flows
tsubasa@localhost:/$ sudo mkdir /var/lib/ntop/rrd/interfaces
tsubasa@localhost:/$ sudo chown -Rf ntop.ntop /var/lib/ntop/rrd
tsubasa@localhost:/$ sudo chmod -Rf 777 /var/lib/ntop/rrd

Install Ntop
tsubasa@localhost:/$ sudo apt-get install ntop

Menjalankan Ntop

tsubasa@localhost:/$ ntop -set-admin-password
tsubasa@localhost:/$ /etc/init.d/ntop start

Berikut beberapa error yang pernah saya temui :
**Missing ‘dot‘ tool (expected /usr/local/bin/dot)
Solusi :  tambahkan link untuk file dot == “ln /usr/bin/dot /usr/local/bin/dot” 

Thanx

Posted in Monitoring | 4 Comments »

Installasi Webmin di Ubuntu

Posted by admin on March 8, 2008

Webmin adalah aplikasi berbasis web yang diperuntukkan untuk para admin dalam mengelola jaringannya terutama untuk server.
pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara menginstallasi webmin pada Ubuntu. mengapa ubuntu? Yah karena memang saya sedang melakukan riset dengan Ubuntu, jadi buat teman2 yang menggunakan distro lain, dipersilahkan.1.Untuk Ubuntu

Pertama-pertama tambahkan line berikut pada /etc/apt/source.list :
deb http://download.webmin.com/download/repository sarge contrib

Setelah itu lakukan upgrade terhadap apt anda.
$ sudo apt-get update

setelah itu lakukan proses instalasi
$ sudo apt-get install webmin

Jika sudah selesai, bukalah browser anda dan ketikkan http://localhost:10000.

Jika gagal cobalah menjalankan webmin secara manual
$ sudo /etc/init.d/webmin start

Jika masih belum bisa ulangilah instalasi sekali lagi:
$ sudo apt-get install webmin

Setelah selesai dan webmin berjalan dengan baik. Cobalah login dengan user root dan password root anda.

2.Untuk Distro lainnya(menggunakan Source)

pastikan bahwa distro linux anda telah terinstall perl5,yang biasanya terletak pada /usr/local/bin/perl atau
/usr/bin/perl, jika belum lakukanlah instalasi perl5 terlebih dahulu. Jika sudah terinstall kedalam sistem ikutilah langkah berikut :

Langkah awal download dahulu file webmin dari http://www.webmin.com
dengan file berextensi .tar.gz

setelah itu lakukanlah extract terhadap file tersebut
root@localhost:/# tar zxvf webmin-1.360.tar.gz
root@localhost:/# cd webmin-1.360

lakukanlah instalasinya
[root@localhost /webmin-1.360]:/# ./setup.sh /usr/local/webmin

yupz jika sudah coba bukalah browser anda dan ketikkan pada addres bar http://localhost:10000

webmin login

Kemudian Login lah dengan user root dan passwordnya adalah password root pada host anda

Selamat Menikmati kemudahan Webmin.

Posted in Networking | Leave a Comment »

Trouble Shoting GParted

Posted by admin on March 8, 2008

Ada sedikit masalah yang terjadi saat melakukan partisi dengan menggunakan GParted, saat proses format berlangsung tiba-tiba saja ada pesan error. Sebenarnya ini bukan masalah yang serius, tapi sempat juga membuat pusing sampai tujuh keliling, habis bingung permasalahannya ada dimana.

Error Detail

Dan ternyata, ketika melihat detail kesalahannya, seperti yang disarankan GParted, permasalannya adalah partisi yang akan diformat tersebut berada dalam keadaan di-mount. Dan seperti kita ketahui bersama, jika ingin melakukan format pada suatu partisi, maka partisi tersebut harus di-umount dulu.

An Error Occured

Pertanyaannya, siapa yang me-mount partisi tersebut? Yang pasti bukan saya pelakunya. Setelah mutar-mutar ke sana ke sini, ternyata ada suatu program bernama gnome-volume-properties, ada di menu System -> Preferences -> Removable Drives and Media, yang diatur untuk melakukan mount secara otomatis ketika suatu removable drive atau removable media di-hot-plug/insert.

Removable Drives and Media

Huh, akhirnya ketemu juga akar permasalahannya. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, cukup hilangkan tanda centang pada pilihan “Mount removable drives when hot-plugged” dan “Mount removable media when insert”, barulah lanjutkan proses partisi yang tertunda tadi. Jangan lupa juga untuk mengembalikan pengaturan ini jika proses partisi sudah selesai.

Posted in Desktop, Tips & Trik | Leave a Comment »

Cara Merubah MAC Address di Linux/Ubuntu

Posted by admin on March 5, 2008

wlan cardMAC address adalah Media Access Control address, singkatnya adalah alamat fisik yang dipergunakan pada lapis kedua dari 7 lapisan model OSI. lalu mengapa kita perlu mengubah MAC address? kadang pada situasi tertentu, sebuah jaringan lokal “mengunci” MAC address yang kita pergunakan. misalnya, pada sebuah hotspot yang mencatat MAC address yang kita pergunakan dan memberikan jatah dua jam akses gratis, tapi kita ingin bisa mengakses lebih dari dua jam, kita bisa mengubah MAC address kita sendiri sehingga kita bisa mendapatkan lagi tambahan jatah dua jam. atau, pada jaringan yang membatasi hak akses pada MAC address yang terdaftar, kita bisa mendapatkan hak akses tersebut dengan mengubah MAC address sesuai dengan yang ada dalam daftar.

Di Linux, pekerjaan ini dapat dilakukan dengan sangat mudah nya:

$ sudo bash [ikuti dgn tekan enter]
masukin password user_administratornya
# ifconfig eth0 hw ether 00:80:48:BA:d1:20
# ifconfig eth0 up
# ifconfig eth0 |grep HWaddr

Gampang kan 😀 tapi ntar dulu sebelum melakukan perubahan MAC address, ada baiknya dicatat dulu MAC address yang asli, agar kita bisa mengembalikan ke alamat aslinya dengan perintah yang sama jika diperlukan. cara lain untuk mengembalikan ke MAC address yang asli adalah dengan melakukan reboot.

Posted in Desktop, Hacking, Networking | 1 Comment »

Setting Transparent Proxy menggunakan Squid di Ubuntu

Posted by admin on March 5, 2008

Step by step..ikutin ajah…

  1. Pertama-tama install terlebih dahulu squid melalui synaptic atau melalui command prompt dengan cara :
    # apt-get install squid
  2. Setelah selesai maka Squid langsung dapat di konfigurasikan dengan cara :
    # vi /etc/squid/squid.conf
  3. Tetapi sebelum di edit terlebih dahulu backup dulu file aslinya agar kalau rusak bisa dikembalikan ke default :
    # cp /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.bak
  4. Baru kemudian kita mulai bermain-main dengan konfigurasi script Squid :
    # vi /etc/squid/squid.conf

Maka akan muncul file konfigurasi squid yang sangat panjang, berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan….

  1. HTTP Port : Merupakan port yang digunakan untuk menjalankan Squid
    http_port 3128
  2. Visible Host Name : Agar jika terjadi error Squid dapat menemukan hostname yang valid
    visible_hostname davidnakoko.com
  3. Cache Manager : Untuk mendefinisikan email address dari Cache Manager Squid
    cache_mgr davidnakoko@gmail.com
  4. Direktori Cache Squid : Mendefinisikan letak direktori squid beserta besarannya.
    Angka 500 menunjukkan ukuran direktori dalam MB
    Angka 16 menunjukkan jumlah sub direktori tingkat 1
    Angka 256 menunjukkan jumlah subdirektori tingkat 2 dari subdirektori tingkat 1
    Jumlah diatas makin besar makin baik
    cache_dir ufs /var/spool/squid 500 16 256
  5. Filtering : Ini merupakan bagian terpenting dari Squid, dengan ini kita bisa mngatur rule-rule, dari mulai siapa saja yang bisa mengakses internet sampai website apa yang diizinkan untuk di akses.Access List : Siapa saja yang dapat mengakses Internet
    perintah : acl user src 192.168.1.1/255.255.255.255
    acl : merupakan perintah access list
    user : nama user yang memiliki IP atau group
    src : merupakan source ip yang digunakan, bisa menggunakan range jika ingin membuat group
    ex : acl group-it src 192.168.1.1-192.168.1.12/255.255.255.255
  6. Filtering Waktu : Memberikan izin akses berdasarkan waktu dan hari
    perintah : acl waktu-akses time MTWHFA 08:00-16:00
    acl : perintah access list
    waktu-akses : caption untuk perintah acl
    time : perintah squid utk mendefinisikan waktu
    MTWHFA : merupakan perintah squid untuk mendefinisikan waktu
    M : Monday, T : Tuesday, etc…..
    08:00-16:00 : Merupakan waktu yang diperbolehkan untuk memberikan akses internet ke penggunaFiltering Website : Memfilter website apa saja yang tidak boleh diakses oleh pengguna.
    Sebelumnya harus dibuat dulu suatu dokumen yang berisikan list-list url yang akan diblock.
    misal :
    # vi /etc/squid/pornourl.txt
    kemudian isikan dengan :
    http://www.worldsex.com
    http://www.17tahun.com
    dllLalu berikan perintah squid pada file Squid.conf dengan perintah :
    acl blokporno dstdomain “/etc/squid/pornourl.txt”Filtering Keyword : Memfilter keyword yang dimasukkan oleh para pengguna, misalkan pengguna memasukkan kata ’sex’ di google maka Squid akan membloknya.Sebelum menambahkan perintah di Squid.conf, anda harus membuat file yang berisikan keyword-keyword yang akan diblok dengan perintah :
    # vi /etc/squid/keywordblock.txt

    Lalu isi dengan kata-kata yang akan di blok :
    ex : sex
    porn
    fuck
    dll….

    Dan berikan perintah di Squid.conf dengan perintah :

    acl keywordblok url_regex -i “/etc/squid/keywordblock.txt”

    Perintah-perintah filter tersebut sudah cukup untuk membuat Squid Server sederhana, langkah berikut adalah memberikan hak akses pada aturan-aturan yang telah dibuat sebelumnya. Di Squid perintahnya dinamakan http_access. Perintahnya adalah sebagai berikut :

    http_access deny blokporno # mendeny semua url yang terdapat pada acl blokporno
    http_access deny keywordblock # men-deny keyword yang ada pada acl keywordblock
    http_access waktu-akses it_user # Memperbolehkan acl waktu-akses pada acl user micokelana
    http_access deny all # Men-deny semua user yang tidak terdaftar pada squid.conf

    http_reply_access allow all #default
    icp_access allow all #default

    Kemudian jangan lupa men-save file konfigurasi squid.conf yang telah kita edit dengan menggunakan perintah :
    :wq #w : menyimpan q: keluar (Perintah vi)

    Lalu pada command terminal anda ketikan perintah ;
    # squid -z

    Fungsi : untuk membuat direktori cache yang telah kita buat pada perintah squid.

  7. Transparent Proxy
    Merupakan suatu teknik agar Squid Proxy menjadi transparent atau tidak terlihat, maksudnya jika biasanya kita memasukkan alamat proxy pada setiap browser (firefox, etc..), jika transparent proxy diterapkan maka pada browser tidak akan kelihatan kita memasukkan alamat proxy kita.Sebelum memasukkan perintah transparent proxy pada squid, maka kita harus melakukan perintah iptable agar dapat meredirect port yang ada pada komputer client. Maksudnya jika squid kita set pada port 3128, maka permintaan client yang umumnya internet itu berada pada port 80 maka kita harus meredirect port 80 dari client tersebut ke port proxy kita yang berada pada port 3128.IP Forwarding, agar transparent proxy dapat diterapkan, maka kita harus mengaktifkan Ip Forwarding dengan memberikan nilai 1 pada file “/proc/sys/net/ipv4/ip_forward” dengan cara :
    # echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
    Tetapi perintah tersebut harus kita jalankan auto startup, agar jika komputer squid mati kita tidak perlu repot2 menjalankan perintah tersebut secara terus menerus. Tutorial yang ditulis oleh M Furqon T, dapat kita jadikan pedoman untuk melakukan hal ini.Berikutnya kita harus menjalankan ip_tables agar client dapat meredirect port squid server kita dengan perintah :
    # iptables -A PREROUTING -t nat -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-port 3128
    Kemudian restart proxy dengan perintah :
    # squid -k reconfigure

Semoga bermanfaat.

Ref :
http://ardhian.wordpress.com

Posted in Networking | 7 Comments »

Instalasi Squid Proxy pada Ubuntu

Posted by admin on March 5, 2008

Dibawah ini adalah gambaran singkat instalasi squid pada ubuntu:

1. Install squid

$ sudo apt-get install squid squid-common

2. Copy file /etc/squid/squid.conf

$ sudo cp /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.original
$ sudo chmod a-w /etc/squid/squid.conf.original

3. Konfigurasikan squid

$ sudo gedit /etc/squid/squid.conf

http_port 3128 transparent
cache_mem 32 MB
cache_dir ufs /cache 1600 4 256
negative_ttl 2 minutes
maximum_object_size 1024 KB
minimum_object_size 4 KB
visible_hostname myServer
http_access allow manager localhost
cache_swap_high 100%
cache_swap_low 80%

Untuk settingan lengkapnya yang baik tentang konfigurasi squid, bisa dicari di google 🙂 Panduan setting squid dari http://www.squid-cache.org adalah:

Configuration Guide – 2.6
Configuration Guide – 3.0

Setelah konfigurasi selesai, simpan konfigurasi tersebut.

4. Buat Transparent Proxy menggunakan IPTables

Meredirect port 80 ke port squid 3128

$ sudo iptables -A PREROUTING -t nat -p tcp --dport 80 -j REDIRECT --to-port 3128

5. Restat squid

$ sudo /etc/init.d/squid restart

6. Monitoring squid

Untuk memonitor squid, bisa menginstall beberapa tools, diantaranya bisa dilihat disini

Sumber :

Posted in Networking | 14 Comments »