Ubuntu Pasuruan

id-ubuntu Sub Loco Pasuruan

Archive for the ‘Desktop’ Category

Bahasan tentang aplikasi desktop dan xwindows secara umum.

Cara Install Ubuntu via Flash Disk

Posted by admin on July 23, 2011

Jika install Ubuntu / super Ubuntu / Linux lainnya lewat CD/DVD sudah biasa dan mungkin lambat prosesnya karena speed dari CD/DVD-ROM yang kurang cepat, ada solusi lain yang mungkin sangat membantu agar proses install Linux bisa dilakukan dengan cepat. Hal ini sudah saya praktekkan dan berhasil install Ubuntu untuk 10 komputer dalam waktu kurang lebih 2 jam.
semakin cepat speed UFD semakin kelihatan perbedaan kecepatan antara instalasi lewat CD/DVD dengan menggunakan UFD. begini caranya :

1. Download UNetbootin versi Linux / Windows di : http://unetbootin.sourceforge.net/

2. Siapkan file .iso di folder yang anda pilih, misal ‘Mydocuments’

3. Colokan Flashdisk / Memory Card anda ke PC

4. Jalankan UNerbootin, pilih Distribution (Jenis Distro Linux yang akan anda install) dan versi dari distro Linux tersebut.

5. Klik ‘Disk Image’ lalu pilih folder dimana file .iso ditempatkan

6. Cek apakah benar target mengarah ke USB yang akan anda install master Linux (lihat type dan drive )

7. Kalo sudah bener klik ok, untuk memulai proses burning .iso ke Flashdisk / Memory Card anda.

8. Jika selesai berarti indikator progress akan menunjukkan nilai 100% selanjutnya muncul pilihan untuk restart / tidak. pilihan terserah anda. karena tidak akan ada efek apa2.

UNetbootin1
UNetbootin2
UNetbootin3

Inilah Sistem Operasi Linux yang disupport oleh UNetbootin terbaru :

* Ubuntu (and official derivatives)
o 6.06 LTS
o 6.10
o 7.04
o 7.10
o 8.04 LTS
o 8.10
o 9.04
o 9.10
o Daily CD Images
* Debian
o Stable/Lenny
o Testing/Squeeze
o Unstable/Sid
* Linux Mint
o 3.1
o 4.0
o 5-r1
o 6
* openSUSE
o 10.2
o 10.3
o 11.0
o 11.1
o Factory
* Arch Linux
o 2007.08
* Damn Small Linux
o 4.4
* SliTaz
o Stable
o Cooking
* Puppy Linux
o 4.00
* gNewSense
o deltah-2.1
* FreeBSD
o 6.3
o 7.0
o 7.2
o 8.0
* NetBSD
o 4.0

* Fedora
o 7
o 8
o 9
o 10
o 11
o 12
o Rawhide
* PCLinuxOS
o 2007
o 2008
* Sabayon Linux
o 4-LiteMCE
* Gentoo
o 2007.0
o 2008.0
* MEPIS
o SimplyMEPIS 8
o AntiX 8
* Zenwalk
o 5.2
* Slax
o 6
* Dreamlinux
o 3.2
* Elive
o Development
* CentOS
o 4
o 5
* Mandriva
o 2007.1
o 2008.0
o 2008.1
* FaunOS
o 0.5.4
* Frugalware Linux
o Stable
o Testing
o Current
* xPUD
o 0.8.9

Posted in Desktop, Development, Kernel, Tips & Trik | Leave a Comment »

iseng!!!

Posted by admin on October 6, 2009

wadoh… mumetzzz, sory temen2 ubuntuer sementara kagak bisa update content dikomunitas ini karena lagi betul2 sibuk sama pekerjaan baru… tapi nanti insyaallah saya sempetin dech…. #mohon bersabar#

Posted in Desktop, Development, Hacking, Info & Activity, Kernel, Monitoring, Multimedia, Networking, Opini, Scurity, Tips & Trik | Leave a Comment »

Howto: Crack Rar, 7z, and zip files with RarCrack in Ubuntu Linux

Posted by admin on April 12, 2008

hi guest, pada artikel ini saya akan ngomongin gmn cara ngecrack password file rar/zip/7z sekaligus kita belajar & tugas writing bahasa inggris OK! D

Title:
Howto: Crack Rar, 7z, and zip files with RarCrack in Ubuntu Linux

Ever run into the problem where you created a password protected zip/rar file and you forgot the password or accidentally deleted it? Or just dont know the password at all? Well I have come across a nice solution for cracking zip/rar files. Its called rarcrack, If you forget your password for compressed archive (rar, 7z, zip), this program is the solution.
This program uses bruteforce algorithm to find correct password. You can specify which characters will be used in password generations.

Download RarCrack
wget http://superb-east.dl.sourceforge.net/sourceforge/rarcrack/rarcrack-0.2.tar.bz2
Install RarCrack
tar xvjf rarcrack-0.2.tar.bz2
cd rarcrack-0.2
make ; sudo make install
Using RarCrack:

rarcrack your_encrypted_archive.ext [--threads thread_num] [--type rar|zip|7z]

Everything in [] are optional, rarcrack default crack two threads and autodetect the archive type. If the detection wrong you can specify the correct file type with the type parameter. RarCrack currently crack maximum in 12 threads.

After the cracking started RarCrack will print the current status of cracking and save it’s to a status file. If you want more specific password character set, you need to run RarCrack to create the XML status file (3 sec).

There will be a sample XML file, and you see there is a character set. If you want, you can modify this file and when you start RarCrack again the program will be use new variables.
Warning: Take care when you changing this file, make sure the current password don’t have characters outside the abc[character set]!

Know of any other rar/zip/7z cracking tools worth mentioning?

More information on rarcrack can be found here

Posted in Desktop, Hacking | Tagged: | 6 Comments »

Konfigurasi Mentari GPRS dengan LG KG300 di Ubuntu Gutsy

Posted by admin on March 21, 2008

Maraknya akses internet 3G rupanya berimbas pada turunnya harga layanan GPRS. Salah satu yang sudah turun harga adalah Mentari, dari Rp. 5/kB menjadi Rp. 1/kB, setidaknya sampai Januari 2008.

Dengan adanya perkembangan yang menggembirakan ini, saya segera mengaktifkan koneksi GPRS tersebut agar bisa digunakan dari laptop. Caranya tidak terlalu sulit, seperti akan kita lihat segera.

Hardware

Laptop saya NEC Versa E3100, tepatnya seri E3100-1800DR. Handphone yang saya gunakan adalah LG KG300, seperti yang diiklankan Agnes Monica di TV. Jadi kalau kapan-kapan Agnes mau setting GPRS juga, bisa lihat artikel ini D

Koneksi handphone ke laptop menggunakan kabel data, karena laptop saya tidak ada blututnya.

Software

Saya menggunakan Ubuntu Gutsy Gibbon 7.10, yang sudah dilengkapi dengan wvdialconf dan wvdial untuk melakukan koneksi. Tidak perlu ada instalasi software tambahan, karena kedua aplikasi ini sudah terinstal dari sananya.

Provider

Saya pakai Mentari. Sebelum mencoba koneksi melalui komputer, pastikan dulu kita bisa browsing langsung dari HP. Ini untuk memastikan bahwa dari HP ke Provider sudah OK. Jangan sampai sudah pusing-pusing utak-atik Ubuntu, ternyata masalahnya ada di HP.
Untuk LG KG300, kita bisa konfigurasi otomatis melalui OTA. Cukup kirim SMS ke 3000 dengan isi sebagai berikut:

gprs lg kg300

Nanti kita akan terima SMS, yang bila dibuka akan ada konfirmasi apakah kita ingin mengkonfigurasi GPRS. Tentu saja jawab Yes.
Silahkan browsing ke Yahoo di http://m.yahoo.com atau Gmail di http://gmail.com/app.

Bila Anda punya akun YM, bisa dicoba chatting di sana.

LG KG300 punya fasilitas Java dengan versi MIDP 2.0. Bila malas chat melalui antarmuka Yahoo, bisa gunakan aplikasi shMessenger.

Konfigurasi

Setelah lancar browsing dan chatting di handphone, kini tiba saatnya kita browsing di laptop. Hubungkan handphone ke laptop melalui kabel data yang disediakan. Nanti di handphone akan muncul pertanyaan, apakah kita ingin terhubung sebagai Storage Media atau COM2. Pilih COM2. Storage Media dipilih bila ingin melakukan transfer file.

Oh iya, untuk memudahkan troubleshooting, selama melakukan konfigurasi, tampilkan kernel log dengan perintah tail -f /var/log/messages di konsol. Biarkan window ini tetap terbuka selama konfigurasi.

Di kernel log akan muncul laporan deteksi modem seperti ini:

Oct 26 09:19:28 sweetdreams kernel: [  507.608000] usb 1-2: new full speed USB device using uhci_hcd and address 2
Oct 26 09:19:29 sweetdreams kernel: [  507.792000] usb 1-2: configuration #1 chosen from 1 choice
Oct 26 09:19:29 sweetdreams kernel: [  508.100000] cdc_acm 1-2:1.1: ttyACM0: USB ACM device
Oct 26 09:19:29 sweetdreams kernel: [  508.104000] usbcore: registered new interface driver cdc_acm
Oct 26 09:19:29 sweetdreams kernel: [  508.104000] /build/buildd/linux-source-2.6.22-2.6.22/drivers/usb/class/cdc-acm.c: v0.25:USB Abstract Control Model driver for USB modems and ISDN adapters

Setelah itu, jalankan wvdialconf sebagai root.

 sudo wvdialconf
Editing `/etc/wvdial.conf'.

Scanning your serial ports for a modem.

Modem Port Scan: S0   S1   S2   S3   SL0
WvModem: Cannot get information for serial port.
ttyACM0: ATQ0 V1 E1 -- OK
ttyACM0: ATQ0 V1 E1 Z -- OK
ttyACM0: ATQ0 V1 E1 S0=0 -- OK
ttyACM0: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 -- OK
ttyACM0: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 -- OK
ttyACM0: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
ttyACM0: Modem Identifier: ATI -- MTK2
ttyACM0: Speed 4800: AT -- OK
ttyACM0: Speed 9600: AT -- OK
ttyACM0: Speed 19200: AT -- OK
ttyACM0: Speed 38400: AT -- OK
ttyACM0: Speed 57600: AT -- OK
ttyACM0: Speed 115200: AT -- OK
ttyACM0: Speed 230400: AT -- OK
ttyACM0: Speed 460800: AT -- OK
ttyACM0: Max speed is 460800; that should be safe.
ttyACM0: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK

Found an USB modem on /dev/ttyACM0.
/etc/wvdial.conf: Can't open '/etc/wvdial.conf' for reading: No such file or directory
/etc/wvdial.conf: ...starting with blank configuration.
Modem configuration written to /etc/wvdial.conf.
ttyACM0: Speed 460800; init \"ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0\"

Hasilnya adalah sebuah file /etc/wvdial.conf sebagai berikut:

[Dialer Defaults]
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Modem Type = USB Modem
; Phone =
ISDN = 0
; Username =
Init1 = ATZ
; Password =
Modem = /dev/ttyACM0
Baud = 460800

Edit menjadi seperti ini:

[Dialer Defaults]
Modem = /dev/ttyACM0
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Init3 = AT+CGDCONT=1,\"IP\",\"indosatgprs\"
Stupid Mode = on
Modem Type = USB Modem
Phone = *99***1#
ISDN = 0
Username = indosat
Password = indosat
Baud = 460800

Go Online

Kalau sudah, saatnya kita online. Gunakan perintah wvdial untuk melakukan dial-up.

 sudo wvdial
WvDial<*1>: WvDial: Internet dialer version 1.56
WvModem<*1>: Cannot get information for serial port.
WvDial<*1>: Initializing modem.
WvDial<*1>: Sending: ATZ
WvDial Modem<*1>: ATZ
WvDial Modem<*1>: OK
WvDial<*1>: Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
WvDial Modem<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
WvDial Modem<*1>: OK
WvDial<*1>: Sending: AT+CGDCONT=1,\"IP\",\"indosatgprs\"
WvDial Modem<*1>: AT+CGDCONT=1,\"IP\",\"indosatgprs\"
WvDial Modem<*1>: OK
WvDial<*1>: Modem initialized.
WvDial<*1>: Sending: ATDT*99***1#
WvDial<*1>: Waiting for carrier.
WvDial Modem<*1>: ATDT*99***1#
WvDial Modem<*1>: CONNECT
WvDial Modem<*1>: ~[7f]}#@!}!} } }2}\"}&} } } } }#}$@#}'}\"}(}\"R[04]~
WvDial<*1>: Carrier detected.  Starting PPP immediately.
WvDial<Notice>: Starting pppd at Fri Oct 26 09:25:58 2007
WvDial<Notice>: Pid of pppd: 6028
WvDial<*1>: Using interface ppp0
WvDial<*1>: local  IP address 10.33.41.205
WvDial<*1>: remote IP address 10.64.64.64
WvDial<*1>: primary   DNS address 202.155.0.10
WvDial<*1>: secondary DNS address 202.155.46.77

Setelah itu, silahkan coba browsing. Jangan tutup window wvdial supaya tidak disconnect.

Untuk menghentikan koneksi, cukup ketik Ctrl-C di window wvdial.

Caught signal 2:  Attempting to exit gracefully...
WvDial<*1>: Terminating on signal 15
WvDial<*1>: Connect time 1.2 minutes.
WvDial<*1>: Disconnecting at Fri Oct 26 09:27:20 2007

Kita dapat melihat keseluruhan sesi internet, berikut jumlah trafik yang kita gunakan di kernel log, sebagai berikut.

Oct 26 09:25:58 sweetdreams pppd[6028]: pppd 2.4.4 started by root, uid 0
Oct 26 09:25:58 sweetdreams pppd[6028]: Using interface ppp0
Oct 26 09:25:58 sweetdreams pppd[6028]: Connect: ppp0 <--> /dev/ttyACM0
Oct 26 09:26:00 sweetdreams pppd[6028]: PAP authentication succeeded
Oct 26 09:26:12 sweetdreams pppd[6028]: Could not determine remote IP address: defaulting to 10.64.64.64
Oct 26 09:26:12 sweetdreams pppd[6028]: local  IP address 10.33.41.205
Oct 26 09:26:12 sweetdreams pppd[6028]: remote IP address 10.64.64.64
Oct 26 09:26:12 sweetdreams pppd[6028]: primary   DNS address 202.155.0.10
Oct 26 09:26:12 sweetdreams pppd[6028]: secondary DNS address 202.155.46.77
Oct 26 09:27:19 sweetdreams pppd[6028]: Terminating on signal 15
Oct 26 09:27:19 sweetdreams pppd[6028]: Connect time 1.2 minutes.
Oct 26 09:27:19 sweetdreams pppd[6028]: Sent 0 bytes, received 0 bytes.
Oct 26 09:27:19 sweetdreams pppd[6028]: Connection terminated.
Oct 26 09:27:19 sweetdreams pppd[6028]: Exit.

Demikianlah cara konfigurasi modem LG KG300 di Ubuntu. Mudah-mudahan dengan adanya artikel ini, Anda bisa segera online.

Source: ubuntulinux.or.id

Posted in Desktop, Networking | 12 Comments »

install audacious di Ubuntu 7.10

Posted by admin on March 18, 2008

Caranya buka terminal di aksesoris | terminal kalo udah ketik su lalu ketik password anda lalu enter kalo udah ketik perintah apt-get install audacious kalo udah tunggu aja sampe selesai terus buka di applications | music & video | audacious udah deh

kalo gak bisa anda bisa ketik perintah gedit /etc/apt/sources.list bila sources.list anda tidak sama dengan yg dibawah ini :

deb http://mirror.optus.net/ubuntu/ gutsy main restricted
deb http://mirror.optus.net/ubuntu/ gutsy multiverse
deb http://mirror.optus.net/ubuntu/ gutsy universe
deb http://mirror.optus.net/ubuntu/ gutsy-backports main restricted universe multiverse
deb http://mirror.optus.net/ubuntu/ gutsy-updates main restricted
deb http://mirror.optus.net/ubuntu/ gutsy-updates multiverse
deb http://mirror.optus.net/ubuntu/ gutsy-updates universe

deb-src http://mirror.optus.net/ubuntu/ gutsy main restricted
deb-src http://mirror.optus.net/ubuntu/ gutsy multiverse
deb-src http://mirror.optus.net/ubuntu/ gutsy universe
deb-src http://mirror.optus.net/ubuntu/ gutsy-backports main restricted universe multiverse
deb-src http://mirror.optus.net/ubuntu/ gutsy-updates main restricted
deb-src http://mirror.optus.net/ubuntu/ gutsy-updates multiverse
deb-src http://mirror.optus.net/ubuntu/ gutsy-updates universe

deb http://mirror.optus.net/ubuntu/ gutsy-security main restricted universe multiverse
deb-src http://mirror.optus.net/ubuntu/ gutsy-security main restricted universe multiverse

silahkan kopi ke gedit dengan cara buka perintah gedit pada terminal lalu klik paste dan save dengan nama source.list pada direktori etc/apt

gampang kan? 😀

Posted in Desktop, Multimedia | Leave a Comment »

Instal ulang GRUP Bootloader Ubuntu

Posted by admin on March 18, 2008

Masalah ini sering dialami jika komputer kita terpasang dua operating sistem atau lebih. Terutama jika windows di pasangkan dengan linux.

Kasus pertama

karena suatu alasan maka dilakukan proses instal ulang pada windows, hal ini akan menyebabkan grup bootloader akan terhapus dari MBR, menyebabkan tidak bisa booting ke linux. Untuk kasus ini yang diperlukan adalah mengintal kembali GRUP Bootloader-nya linux.

Kasus kedua

Karena suatu alasan atau keperluan yang lainya, kita akan menghapus linux yang ada di komputer kita. Biasanya kita tinggal format partisi linux untuk menghapusnya. Namun cara ini masih meninggalkan bekas yaitu grup bootloadernya masih tersisa dikomputer kita.

Penyelesaian kasus

Untuk penyelesaian kasus kedua sebenarnya sangat mudah. Grup bootloader milik linux tersimpan di MBR. Sebenarnya menghapus isi dari MBR sagat mudah. Dengan perintah dos klasik saja MBR bisa kita hapus. Perintahnya adalah:

FDISK /MBR

Perintah ini menggunakan FDISK yang biasa untuk partisi lewat dos. Namun hanya MBR saja yang dihapus. Setelah ini maka GRUP linux akan hilang juga.

Sedangkan untuk kasus pertama, yaitu mengembalikan GRUP yang telah hilang baik karena proses instalasi baru untuk windows maupun karena langkah seperti yang barusan. Langkah-langkanya adalah:

  • Booting komuter dengan Linux live on CD (Ubuntu)
  • Buka terminal dan ketik perintah sebagai berikut: (sesuaikan id hardisk dan partisinya, misalnya yang digunakan adalah harddisk pertama dan partisi pertama untuk menginstal grup pada proses instalasi linux yang adamakan dipilih hd0)

sudo grub
> root (hd0,0)
> setup (hd0)
> exit

  • Setelah ini seherusnya linux sudah bisa booting secara normal.

Namun jika masalahnya adalah Ubuntu diinstal sebelum sebelum windows terisntal, maka informasi untuk windows belum ada dalam menu boot, maka ada tambahan untuk settingan secara manual boot menu-nya.

File yang prlu dibuka untuk keperluan ini adalah /boot/grub/menu.lst

sudo gedit /boot/grub/menu.lst

maka akan nampak contoh setingan untuk boot menu sebagai berikut:

# title Windows 95/98/NT/2000
# root (hd0,0)
# makeactive
# chainloader +1


Untuk mengubah settingan tersebut tinggal buang tanda “#” dan sesuaikan untuk lokasi tempat instalasi windows yang ada.

Posted in Desktop, Kernel | 2 Comments »

Membuat Repo Local Ubuntu

Posted by admin on March 8, 2008

Repositori lokal dapat dibangun dalam rangka menghemat penggunaan bandwidth karena proses pengambilan berkas-berkas paket dari mirror hanya perlu dilakukan satu kali sedangkan selanjutnya cukup mengakses repositori lokal saja.

selengkapnya klik disini…

Posted in Desktop, Networking, Tips & Trik | Leave a Comment »

Trouble Shoting GParted

Posted by admin on March 8, 2008

Ada sedikit masalah yang terjadi saat melakukan partisi dengan menggunakan GParted, saat proses format berlangsung tiba-tiba saja ada pesan error. Sebenarnya ini bukan masalah yang serius, tapi sempat juga membuat pusing sampai tujuh keliling, habis bingung permasalahannya ada dimana.

Error Detail

Dan ternyata, ketika melihat detail kesalahannya, seperti yang disarankan GParted, permasalannya adalah partisi yang akan diformat tersebut berada dalam keadaan di-mount. Dan seperti kita ketahui bersama, jika ingin melakukan format pada suatu partisi, maka partisi tersebut harus di-umount dulu.

An Error Occured

Pertanyaannya, siapa yang me-mount partisi tersebut? Yang pasti bukan saya pelakunya. Setelah mutar-mutar ke sana ke sini, ternyata ada suatu program bernama gnome-volume-properties, ada di menu System -> Preferences -> Removable Drives and Media, yang diatur untuk melakukan mount secara otomatis ketika suatu removable drive atau removable media di-hot-plug/insert.

Removable Drives and Media

Huh, akhirnya ketemu juga akar permasalahannya. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, cukup hilangkan tanda centang pada pilihan “Mount removable drives when hot-plugged” dan “Mount removable media when insert”, barulah lanjutkan proses partisi yang tertunda tadi. Jangan lupa juga untuk mengembalikan pengaturan ini jika proses partisi sudah selesai.

Posted in Desktop, Tips & Trik | Leave a Comment »

Cara Merubah MAC Address di Linux/Ubuntu

Posted by admin on March 5, 2008

wlan cardMAC address adalah Media Access Control address, singkatnya adalah alamat fisik yang dipergunakan pada lapis kedua dari 7 lapisan model OSI. lalu mengapa kita perlu mengubah MAC address? kadang pada situasi tertentu, sebuah jaringan lokal “mengunci” MAC address yang kita pergunakan. misalnya, pada sebuah hotspot yang mencatat MAC address yang kita pergunakan dan memberikan jatah dua jam akses gratis, tapi kita ingin bisa mengakses lebih dari dua jam, kita bisa mengubah MAC address kita sendiri sehingga kita bisa mendapatkan lagi tambahan jatah dua jam. atau, pada jaringan yang membatasi hak akses pada MAC address yang terdaftar, kita bisa mendapatkan hak akses tersebut dengan mengubah MAC address sesuai dengan yang ada dalam daftar.

Di Linux, pekerjaan ini dapat dilakukan dengan sangat mudah nya:

$ sudo bash [ikuti dgn tekan enter]
masukin password user_administratornya
# ifconfig eth0 hw ether 00:80:48:BA:d1:20
# ifconfig eth0 up
# ifconfig eth0 |grep HWaddr

Gampang kan 😀 tapi ntar dulu sebelum melakukan perubahan MAC address, ada baiknya dicatat dulu MAC address yang asli, agar kita bisa mengembalikan ke alamat aslinya dengan perintah yang sama jika diperlukan. cara lain untuk mengembalikan ke MAC address yang asli adalah dengan melakukan reboot.

Posted in Desktop, Hacking, Networking | 1 Comment »

Cara Instalasi Ubuntu

Posted by admin on March 3, 2008

Yang anda butuhkan minimal porsesor intel PIV 1.6GHz atau setara, ram 256, HD 4GB. dalam praktek saya pake Ubuntu 7.04 Feisty Fawn, menggunakan RAM 512 Mbyte, dan prosesor AMD Sempron 2800+ dan HD 40GB yang sudah terisi Window$.

Membuat Partisi:
Sebelum kita melakukan instalasi ubuntu, sebaiknya kita menyiapkan partisinya dulu (Swap dan Ext3). Bila kita menggunakan LiveCD Ubuntu, kita bisa memakai program pembuat dan penata partisi “GParted” yang bisa diakses dengan memilih Menu System > Administration > Gnome Partition Editor.
gparted01

Pada gambar di bawah ini saya telah memiliki banyak partisi. Yaitu yang ada di bawah direktori-sementara dengan posisi [/dev/hda]. Bila Anda memiliki harddisk SATA atau flashdisk terpasang di komputer Anda maka yang akan ditampilkan adalah direktori [/dev/sda]. Pada contoh berikut, layar menampilkan harddisk yang sudah pernah dipartisikan sebelumnya. Yaitu [/dev/hda1] sampai [/dev/hda8]. Terlihat tidak urut ya? Maklumlah, dulu saya pernah mengutak-atiknya. Coba Anda perhatikan kolom “Tipe”, maka Anda akan melihat jenis format yang berbeda seperti ext3, swap, fat32, dan ntfs. Itu karena dulu saya pernah melakukan “bagi-bagi” partisi. Jangan bila Anda heran bila milik Anda lebih sedikit daripada saya. Pertamakali kita akan mengambil sebagian ruang ber-filesystem fat32 atau ntfs milik kita untuk kita jadikan filesystem ext3. HATI-HATI! Jangan Anda ambil dari filesystem utama Windows [C:], hal ini untuk meminimalkan resiko kerusakan sistem Windows Anda. Misalkan kita ambil dari partisi yang biasanya kita gunakan untuk menyimpan data-data yaitu [D:], [E:], atau lainnya. Caranya sorot baris partisi yang dimaksud lalu klik kanan dan pilih “Resize”.

Perhatian! Partisi yang akan diformat dan di-resize akan menghapus semua isi data dalam partisi yang bersangkutan. Berhati-hatilah dan lakukanlah back-up sebelumnya.
gparted02

Isilah jendela dialog di bawah ini pada baris terakhir “Free Space Following (MiB)” dengan nilai 4334 (dalam satuan Megabyte). Itu artinya partisi kosong sebesar 4 Gigabyte akan kita buat di urutan partisi berikutnya. Dengan demikian baris “New Size” jumlahnya akan berkurang, karena ruang partisi induknya sudah di ambil. Warna kuning pada kotak hijau adalah banyaknya data kita di dalamnya. Lalu klik tombol “Resize/Move”.
gparted03

Setelah selesai, ubahlah ruang kosong yang tersisa di harddisk Anda menjadi format ext3. Caranya klik kanan ruang kosong tersebut lalu pilih “Format to: ext3”. Dulu saya pernah mempartisi harddisk dengan ext3 (ada yang Primary dan ada yang Extended), sehingga di layar pun sudah tersedia partisi dengan format filesystem ext3. Sedangkan bagi yang belum pernah, maka tampilan harddisk ext3 akan ditampilkan setelah proses perubahan. Pada harddisk saya partisi Primary tersedia tiga buah yaitu [/dev/hda1], [/dev/hda3], dan [/dev/hda4]. Sedangkan partisi Extended ada empat (di bawah cakupan [/dev/hda2]) yaitu [/dev/hda5], [/dev/hda6]. [/dev/hda7], dan [/dev/hda8]. Perhatikan kolom “Flags”, [dev/hda4] mempunyai nilai “boot”. Artinya partisi Windows (ntfs) ini juga akan diikutsertakan dalam pilihan saat komputer dinyalakan.
gparted04

Anda juga perlu mengambil ruang kosong minimal 256 Megabyte untuk dijadikan filesystem swap. Swap bekerja sebagai pembantu memory (di Windows dinamakan pagefile). Kita harus membuatnya terpisah di sistem Linux. Caranya seperti tahapan membuat partisi di atas. Hanya saja kita pilih “Format to:” dengan memilih “swap”.
gparted02

Setelah memiliki partisi dengan filesystem ext3 dan swap, kita bisa memulai proses instalasi.
Untuk memulainya, klik ganda icon “install” di layar desktop. Berikutnya adalah jendela dialog “Welcome”, jika Anda menginginkan bahasa Indonesia pilihlah dari kolom sebelah kiri. Dengan demikian dialog dan setting selanjutnya akan diganti dengan bahasa kita. Lalu klik tombol “Maju” di bawah.

slamat datang

Sekarang muncul jendela tentang lokasi dan zona waktu kita, pilihlah Jakarta. Klik tombol “Maju”.
zona waktu

Di jendela berikutnya pilihlah lay-out keyboard “U.S English” sebagai standar internasional. Bila Anda menggunakan komputer Macintosh (iBook/Powerbook) yang prosesornya kompatibel (PowerPC G4 dan G5) maka pilihlah di “U.S English-Macintosh” di kolom kanan. Klik tombol “Maju”. Perhatian: Saya belum pernah mencoba instalasi Ubuntu di iBook/Powerbook, maka saya tidak bisa menjamin instalasi Ubuntu di iBook/Powerbook Anda.

layout keyboard

Kemudian kita akan menjumpai jendela dialog pilihan cara bagaimana kita akan mempartisi harddisk kita. Pilihlah cara Manual. Lalu klik “Maju”.

edit manual

Maka akan muncul jendela daftar partisi seperti screeshot di bawah ini. Saya menyorot (mengeklik) partisi [/dev/hda3] untuk diubah “mount poin”-nya dari posisi [/media/hda3] menjadi direktori root [/]. Proses “mounting” adalah proses pengaitan alat penyimpanan ke sistem. Apabila kita membuat “mount poin” berarti kita membuat semacam tanda agar nantinya partisi yang bersangkutan dikaitkan sesuai derajatnya di sistem. Direktori root [/] adalah direktori tertinggi dalam struktur manajemen file di Linux. Maka saya membuat salah satu partisi sebagai root [/]. Direktori root [/] mirip dengan direktori [C:] di Windows. Tetapi cara kerjanya jauh berbeda. Bila Anda ingin mengetahui beberapa perbedaan manajemen file antara Linux dan Window$. Cara untuk mengubah “mount poin” adalah dengan mengeklik tombol “Edit partisi”, lalu klik “Maju”.

ke8

Anda bisa mengubah “mount poin” menjadi root dengan memberinya tanda slash [/]. Biarkanlah baris di atasnya karena ukurannya sudah benar, dan jenis filesystem-nya sudah benar.

edit di kubuntu

Maka daftarnya akan berubah seperti di bawah ini. Saya memberi tanda cek (V) pada kolom format partisi yang bersangkutan karena sebelumnya ada Edubuntu di situ. Namun bagi Anda tidak usah memformat pun tidak apa-apa, karena Anda tidak memiliki sistem Linux apapun sebelumnya.

Sedangkan tabel “mount point” lainnya, seperti [/media/hda6], [/media/hda7], [/media/hda8], dan seterusnya … kita biarkan saja. Nanti secara otomatis di layar desktop akan terlihat partisi hda6, hda7, hda8, dan seterusnya telah terkait (ditampilkan). Pada jendela ini kita klik “Maju”.

tabel

Pada jendela berikutnya, kita bisa bermigrasi dari “Document and Setting” milik kita sebagai user di Window$. Silahkan pilih (tanda cek) dari akun user yang Anda perlukan. Lalu buatlah sebuah akun user di Ubuntu sebagai tempat migrasinya. Bila Anda tidak memilih satupun untuk dimigrasikan tidak apa-apa. Klik “Maju”.

migrasi

Pada tahap berikutnya Anda perlu mengisi nama user Anda di Ubuntu dan password-nya. Klik “Maju”.

akun user

Berikutnya akan muncul jendela ringkasan setting global yang tadi telah Anda lakukan. Klik “Install”.

ringkasan setting

Inilah proses puncaknya. Sistem Ubuntu disalin ke komputer Anda. Di komputer saya, proses loading ini memakan waktu sekitar dua puluh lima menit. Bila spesifikasi komputer Anda lebih rendah daripada milik saya, waktunya akan lebih lama. Bersabarlah sambil mengerjakan sesuatu yang berguna.

loading…

Jika telah selesai, kita akan diberi pilihan me-restart komputer kita atau meneruskan LiveCD. Mendingan restart aja dari sistem di harddisk. CD installer-nya akan dikeluarkan secara otomatis.

instal selesai

Instalasi di atas partisi Windows bisa Anda lakukan bila sudah ada sistem Windows di dalamnya. Bila belum ada harus menginstalasi Window$ terlebih dahulu. Karena sangat susah untuk menginstal Windows belakangan setelah ada partisi Linux, (saya belum tau caranya). Bila Window$ diinstall belakangan dengan cara biasa akan merusak partisi Linux. Saya pernah mengalaminya.

Posted in Desktop | 15 Comments »