Ubuntu Pasuruan

id-ubuntu Sub Loco Pasuruan

Membuat Repo Local Ubuntu

Posted by admin on March 8, 2008

Repositori lokal dapat dibangun dalam rangka menghemat penggunaan bandwidth karena proses pengambilan berkas-berkas paket dari mirror hanya perlu dilakukan satu kali sedangkan selanjutnya cukup mengakses repositori lokal saja.

selengkapnya klik disini…

Posted in Desktop, Networking, Tips & Trik | Leave a Comment »

Install & Konfigurasi MRTG SNMP di ubuntu

Posted by admin on March 8, 2008

Beberapa hari yang lalu saya coba-coba intall MRTG, tapi sering mengalami kegagaln:( Knp yah??? Capekkk deh…….jadinya harus troubleshootimg terus……but, sekarang udah lega coz udah berhasil semua:)

Sebelum menginstall MRTG pertama yang harus di perhatikan adalah untuk instalasi snmp. Setelah snmp sudah jalan semua barulah kita jalankan MRTG:) Selain itu pastikan komputer linux anda untuk apache perl sudah berjalan normal. Jika apache perl belum ada, maka anda harus install terlebih dahulu caranya disini. Langsung saja yah, langkah-langkahnya sebagai berikut :

Download disini dulu yah, mrtg dan snmp.

Setelah kedua file diatas sudah di download, sekarang kita harus install gcc terlebih dahulu
#apt-get install gcc build-essential

Sekarang kita masuk ke direktori file yang kita download tadi :
#tar -zxf mrtg-2.15.2.tar.gz
masuk ke direktori
#cd
#./configure
#make
#make install
Selesai.

Untuk instalasi snmp
#tar -zxf net-snmp-5.4.1.pre1.tar.gz
masuk ke direktori
#cd
#./configure
#make
#make install
Selesai

Jika sudah berhasil makan akan muncul direktori untuk mrtg yang berlokasi di /var/www/mrtg.
Edit file /etc/snmp/snmpd.conf dengan editor kesayangan anda
#vi /etc/snmp/snmpd.conf

Menjadi seperti ini
# sec.name source community
#com2sec paranoid defaut public
#com2sec readonly default public
#com2sec readwrite default private
com2sec readonly default public
com2sec readonly 172.16.8.0/24 public
####

# Second, map the security names into group names:
# sec.model sec.name
group MyROSystem v1 paranoid
group MyROSystem v2c paranoid
group MyROSystem usm paranoid
group MyROGroup v1 readonly
group MyROGroup v2c readonly
group MyROGroup usm readonly
group MyRWGroup v1 readwrite
group MyRWGroup v2c readwrite
group MyRWGroup usm readwrite
####

####
# Third, create a view for us to let the groups have rights to:
# incl/excl subtree mask
view all included .1 80
view system included .iso.org.dod.internet.mgmt.mib-2.system

####
# Finally, grant the 2 groups access to the 1 view with different
# write permissions:
# context sec.model sec.level match read write notif
access MyROSystem “” any noauth exact system none none
access MyROGroup “” any noauth exact all none none
access MyRWGroup “” any noauth exact all all none
# —————————————————————————–

Restart snmp
#/etc/init.d/snmpd restart

Test apakah snmp kita sudah jalan apa belom :
#snmpwalk -v 2c -c public localhost

Jika sudah berhasil, langkah berikutnya membuat file mrtg.cfg. Perintah ini dilakukan 1x saja, maskudnya anda tidak perlu menjalankan perintah ini lagi ketika menambah index snmp yang akan di capture.
#cfgmaker public@localhost > /etc/mftg.cfg

Kemudian memasukkan file mrtg.cfg ke index.html . Perintah ini berguna agar router/pc yang kita capture bisa keluar di web (index.html)
#indexmaker /etc/mrtg.cfg >> /var/www/index.html

Selesai, sekarang anda tinggal melihat hasilnya via browser kesayangan anda di alamat
http://localhost/mrtg
Tunggu sekitar 5 menit, jika semuanya sudah berhasil maka akan tampil seperti berikut

MRTG

Selesai…

Posted in Monitoring | 5 Comments »

Monitoring host traffic dengan zabbix di ubuntu

Posted by admin on March 8, 2008

Sekarang2 ini semakin mudah saja seorang admin untuk memonitor jaringannya, setelah muncul MRTG kemudian CACTI, ternyata semakin banyak lagi yang software dan tools untuk memonitoring host traffic salah satu diantaranya adalah zabbix.

Untuk melihat feature dari zabbix bisa dilihat di http://www.zabbix.com/features.phpdan jika ingin melihat requirement apa saja untuk dapat menginstall zabbix dapat dilihat di  http://www.zabbix.com/requirements.php .

Perlu diketahui OS yang saya gunakan adalah Ubuntu 7.10 (Gutsy Gibbon).

Langkah awal untuk menginstall zabbix adalah memastikan bahwa host kita telah terinstall webserver(apache2-php5) dan database server(mysql server5).

Jika sudah terinstal langkah selanjutnya menginstal snmp :
root@tsubasa:/# apt-get install snmp 

Kemudian tambahkanlah repository berikut dalam /etc/apt/source.list

# Zabbix
deb http://mirror.opf.slu.cz/zabbix unstable contrib

kemudian updatelah source list tersebut dan instal zabbix
root@tsubasa:/# apt-get update
root@tsubasa:/# aptitude install zabbix
-frontend-php zabbix-server zabbix-agent 

Setelah itu akan ada tampilan layar yang meminta password untuk admin database server kita (user root)
selanjutnya akan ada permintaan tentang password dari user zabbix dan konfirmasinya.

Setelah selesai maka zabbix telah terinstal.  

Cara menjalankan zabbix:
root@tsubasa:/# /etc/init.d/zabbix-server start
root@tsubasa:/# /etc/init.d/zabbix-agent start 

Untuk memulai mengkonfigurasi zabbix :
buka browser kemudian ketik http://localhost/zabbix
Maka anda akan dibawa untuk menginstall zabbix dan mengkonfigurasinya underweb.

Berikut beberapa pesan error sekaligus solusinya yang saya alami ketika menginstall zabbix :

1. Timezone for php is not set.Please set ………..
solusi : ubahlah value variabel date.timezone yang terdapat pada php.ini di directory /etc/php5/apache2 menjadi date.timezone = Asia/jakarta. Kemudian restartlah service apache.

2. PHP Max execution Time : 30 sec fail
solusi : ubahlah value max_execution_time=30 yang terdapat dalam php.ini menjadi max_execution_time=300 , kemudian restartlah service apache.

3. Mysql_pconnect , access denied for user user zabbix@localhost
solusi : Sesuaikan konfigurasi (username,password dan database) yang terletak pada /usr/share/conf/zabbix.conf.php dengan  username,password dan database pada mysql.

4. Incorrect configuration file[/usr/share/conf/zabbix.conf.php]
solusi : Klik save configuration file pada tahap 6.install kemudian ganti isi file /usr/share/conf/zabbix.conf.php dengan isi file yang tadi diklik.   

Cukup sampai disini yang bisa saya jelaskan, selanjutnya tergantung bagaimana anda menggunakan dan mengembangkannya.

Thanx

Posted in Monitoring | Leave a Comment »

Tutorial Instalasi NTop di Ubuntu

Posted by admin on March 8, 2008

Ntop merupakan salah satu Tools untuk memonitoring jaringan, disamping Ntop masih ada lagi beberapa tools lainnya seperti:cacti,MRTG,Nagios dsb.
Pada kali ini kita akan mencoba menginstall NTOP dengan ubuntu. Caranya sangat mudah sekali.

Install Graphviz
tsubasa@localhost:/$ sudo apt-get install graphviz

Install rrdtool

tsubasa@localhost:/$ sudo apt-get install rrdtool rrdcollect rrdtool-tcl
tsubasa@localhost:/$ sudo mkdir /var/lib/ntop/rrd
tsubasa@localhost:/$ sudo mkdir /var/lib/ntop/rrd/graphics
tsubasa@localhost:/$ sudo mkdir /var/lib/ntop/rrd/flows
tsubasa@localhost:/$ sudo mkdir /var/lib/ntop/rrd/interfaces
tsubasa@localhost:/$ sudo chown -Rf ntop.ntop /var/lib/ntop/rrd
tsubasa@localhost:/$ sudo chmod -Rf 777 /var/lib/ntop/rrd

Install Ntop
tsubasa@localhost:/$ sudo apt-get install ntop

Menjalankan Ntop

tsubasa@localhost:/$ ntop -set-admin-password
tsubasa@localhost:/$ /etc/init.d/ntop start

Berikut beberapa error yang pernah saya temui :
**Missing ‘dot‘ tool (expected /usr/local/bin/dot)
Solusi :  tambahkan link untuk file dot == “ln /usr/bin/dot /usr/local/bin/dot” 

Thanx

Posted in Monitoring | 2 Comments »

Installasi Webmin di Ubuntu

Posted by admin on March 8, 2008

Webmin adalah aplikasi berbasis web yang diperuntukkan untuk para admin dalam mengelola jaringannya terutama untuk server.
pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara menginstallasi webmin pada Ubuntu. mengapa ubuntu? Yah karena memang saya sedang melakukan riset dengan Ubuntu, jadi buat teman2 yang menggunakan distro lain, dipersilahkan.1.Untuk Ubuntu

Pertama-pertama tambahkan line berikut pada /etc/apt/source.list :
deb http://download.webmin.com/download/repository sarge contrib

Setelah itu lakukan upgrade terhadap apt anda.
$ sudo apt-get update

setelah itu lakukan proses instalasi
$ sudo apt-get install webmin

Jika sudah selesai, bukalah browser anda dan ketikkan http://localhost:10000.

Jika gagal cobalah menjalankan webmin secara manual
$ sudo /etc/init.d/webmin start

Jika masih belum bisa ulangilah instalasi sekali lagi:
$ sudo apt-get install webmin

Setelah selesai dan webmin berjalan dengan baik. Cobalah login dengan user root dan password root anda.

2.Untuk Distro lainnya(menggunakan Source)

pastikan bahwa distro linux anda telah terinstall perl5,yang biasanya terletak pada /usr/local/bin/perl atau
/usr/bin/perl, jika belum lakukanlah instalasi perl5 terlebih dahulu. Jika sudah terinstall kedalam sistem ikutilah langkah berikut :

Langkah awal download dahulu file webmin dari http://www.webmin.com
dengan file berextensi .tar.gz

setelah itu lakukanlah extract terhadap file tersebut
root@localhost:/# tar zxvf webmin-1.360.tar.gz
root@localhost:/# cd webmin-1.360

lakukanlah instalasinya
[root@localhost /webmin-1.360]:/# ./setup.sh /usr/local/webmin

yupz jika sudah coba bukalah browser anda dan ketikkan pada addres bar http://localhost:10000

webmin login

Kemudian Login lah dengan user root dan passwordnya adalah password root pada host anda

Selamat Menikmati kemudahan Webmin.

Posted in Networking | Leave a Comment »

Trouble Shoting GParted

Posted by admin on March 8, 2008

Ada sedikit masalah yang terjadi saat melakukan partisi dengan menggunakan GParted, saat proses format berlangsung tiba-tiba saja ada pesan error. Sebenarnya ini bukan masalah yang serius, tapi sempat juga membuat pusing sampai tujuh keliling, habis bingung permasalahannya ada dimana.

Error Detail

Dan ternyata, ketika melihat detail kesalahannya, seperti yang disarankan GParted, permasalannya adalah partisi yang akan diformat tersebut berada dalam keadaan di-mount. Dan seperti kita ketahui bersama, jika ingin melakukan format pada suatu partisi, maka partisi tersebut harus di-umount dulu.

An Error Occured

Pertanyaannya, siapa yang me-mount partisi tersebut? Yang pasti bukan saya pelakunya. Setelah mutar-mutar ke sana ke sini, ternyata ada suatu program bernama gnome-volume-properties, ada di menu System -> Preferences -> Removable Drives and Media, yang diatur untuk melakukan mount secara otomatis ketika suatu removable drive atau removable media di-hot-plug/insert.

Removable Drives and Media

Huh, akhirnya ketemu juga akar permasalahannya. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, cukup hilangkan tanda centang pada pilihan “Mount removable drives when hot-plugged” dan “Mount removable media when insert”, barulah lanjutkan proses partisi yang tertunda tadi. Jangan lupa juga untuk mengembalikan pengaturan ini jika proses partisi sudah selesai.

Posted in Desktop, Tips & Trik | Leave a Comment »

Cara Merubah MAC Address di Linux/Ubuntu

Posted by admin on March 5, 2008

wlan cardMAC address adalah Media Access Control address, singkatnya adalah alamat fisik yang dipergunakan pada lapis kedua dari 7 lapisan model OSI. lalu mengapa kita perlu mengubah MAC address? kadang pada situasi tertentu, sebuah jaringan lokal “mengunci” MAC address yang kita pergunakan. misalnya, pada sebuah hotspot yang mencatat MAC address yang kita pergunakan dan memberikan jatah dua jam akses gratis, tapi kita ingin bisa mengakses lebih dari dua jam, kita bisa mengubah MAC address kita sendiri sehingga kita bisa mendapatkan lagi tambahan jatah dua jam. atau, pada jaringan yang membatasi hak akses pada MAC address yang terdaftar, kita bisa mendapatkan hak akses tersebut dengan mengubah MAC address sesuai dengan yang ada dalam daftar.

Di Linux, pekerjaan ini dapat dilakukan dengan sangat mudah nya:

$ sudo bash [ikuti dgn tekan enter]
masukin password user_administratornya
# ifconfig eth0 hw ether 00:80:48:BA:d1:20
# ifconfig eth0 up
# ifconfig eth0 |grep HWaddr

Gampang kan :D tapi ntar dulu sebelum melakukan perubahan MAC address, ada baiknya dicatat dulu MAC address yang asli, agar kita bisa mengembalikan ke alamat aslinya dengan perintah yang sama jika diperlukan. cara lain untuk mengembalikan ke MAC address yang asli adalah dengan melakukan reboot.

Posted in Desktop, Hacking, Networking | 1 Comment »

Setting Transparent Proxy menggunakan Squid di Ubuntu

Posted by admin on March 5, 2008

Step by step..ikutin ajah…

  1. Pertama-tama install terlebih dahulu squid melalui synaptic atau melalui command prompt dengan cara :
    # apt-get install squid
  2. Setelah selesai maka Squid langsung dapat di konfigurasikan dengan cara :
    # vi /etc/squid/squid.conf
  3. Tetapi sebelum di edit terlebih dahulu backup dulu file aslinya agar kalau rusak bisa dikembalikan ke default :
    # cp /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.bak
  4. Baru kemudian kita mulai bermain-main dengan konfigurasi script Squid :
    # vi /etc/squid/squid.conf

Maka akan muncul file konfigurasi squid yang sangat panjang, berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan….

  1. HTTP Port : Merupakan port yang digunakan untuk menjalankan Squid
    http_port 3128
  2. Visible Host Name : Agar jika terjadi error Squid dapat menemukan hostname yang valid
    visible_hostname davidnakoko.com
  3. Cache Manager : Untuk mendefinisikan email address dari Cache Manager Squid
    cache_mgr davidnakoko@gmail.com
  4. Direktori Cache Squid : Mendefinisikan letak direktori squid beserta besarannya.
    Angka 500 menunjukkan ukuran direktori dalam MB
    Angka 16 menunjukkan jumlah sub direktori tingkat 1
    Angka 256 menunjukkan jumlah subdirektori tingkat 2 dari subdirektori tingkat 1
    Jumlah diatas makin besar makin baik
    cache_dir ufs /var/spool/squid 500 16 256
  5. Filtering : Ini merupakan bagian terpenting dari Squid, dengan ini kita bisa mngatur rule-rule, dari mulai siapa saja yang bisa mengakses internet sampai website apa yang diizinkan untuk di akses.Access List : Siapa saja yang dapat mengakses Internet
    perintah : acl user src 192.168.1.1/255.255.255.255
    acl : merupakan perintah access list
    user : nama user yang memiliki IP atau group
    src : merupakan source ip yang digunakan, bisa menggunakan range jika ingin membuat group
    ex : acl group-it src 192.168.1.1-192.168.1.12/255.255.255.255
  6. Filtering Waktu : Memberikan izin akses berdasarkan waktu dan hari
    perintah : acl waktu-akses time MTWHFA 08:00-16:00
    acl : perintah access list
    waktu-akses : caption untuk perintah acl
    time : perintah squid utk mendefinisikan waktu
    MTWHFA : merupakan perintah squid untuk mendefinisikan waktu
    M : Monday, T : Tuesday, etc…..
    08:00-16:00 : Merupakan waktu yang diperbolehkan untuk memberikan akses internet ke penggunaFiltering Website : Memfilter website apa saja yang tidak boleh diakses oleh pengguna.
    Sebelumnya harus dibuat dulu suatu dokumen yang berisikan list-list url yang akan diblock.
    misal :
    # vi /etc/squid/pornourl.txt
    kemudian isikan dengan :
    www.worldsex.com
    www.17tahun.com
    dllLalu berikan perintah squid pada file Squid.conf dengan perintah :
    acl blokporno dstdomain “/etc/squid/pornourl.txt”Filtering Keyword : Memfilter keyword yang dimasukkan oleh para pengguna, misalkan pengguna memasukkan kata ’sex’ di google maka Squid akan membloknya.Sebelum menambahkan perintah di Squid.conf, anda harus membuat file yang berisikan keyword-keyword yang akan diblok dengan perintah :
    # vi /etc/squid/keywordblock.txt

    Lalu isi dengan kata-kata yang akan di blok :
    ex : sex
    porn
    fuck
    dll….

    Dan berikan perintah di Squid.conf dengan perintah :

    acl keywordblok url_regex -i “/etc/squid/keywordblock.txt”

    Perintah-perintah filter tersebut sudah cukup untuk membuat Squid Server sederhana, langkah berikut adalah memberikan hak akses pada aturan-aturan yang telah dibuat sebelumnya. Di Squid perintahnya dinamakan http_access. Perintahnya adalah sebagai berikut :

    http_access deny blokporno # mendeny semua url yang terdapat pada acl blokporno
    http_access deny keywordblock # men-deny keyword yang ada pada acl keywordblock
    http_access waktu-akses it_user # Memperbolehkan acl waktu-akses pada acl user micokelana
    http_access deny all # Men-deny semua user yang tidak terdaftar pada squid.conf

    http_reply_access allow all #default
    icp_access allow all #default

    Kemudian jangan lupa men-save file konfigurasi squid.conf yang telah kita edit dengan menggunakan perintah :
    :wq #w : menyimpan q: keluar (Perintah vi)

    Lalu pada command terminal anda ketikan perintah ;
    # squid -z

    Fungsi : untuk membuat direktori cache yang telah kita buat pada perintah squid.

  7. Transparent Proxy
    Merupakan suatu teknik agar Squid Proxy menjadi transparent atau tidak terlihat, maksudnya jika biasanya kita memasukkan alamat proxy pada setiap browser (firefox, etc..), jika transparent proxy diterapkan maka pada browser tidak akan kelihatan kita memasukkan alamat proxy kita.Sebelum memasukkan perintah transparent proxy pada squid, maka kita harus melakukan perintah iptable agar dapat meredirect port yang ada pada komputer client. Maksudnya jika squid kita set pada port 3128, maka permintaan client yang umumnya internet itu berada pada port 80 maka kita harus meredirect port 80 dari client tersebut ke port proxy kita yang berada pada port 3128.IP Forwarding, agar transparent proxy dapat diterapkan, maka kita harus mengaktifkan Ip Forwarding dengan memberikan nilai 1 pada file “/proc/sys/net/ipv4/ip_forward” dengan cara :
    # echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
    Tetapi perintah tersebut harus kita jalankan auto startup, agar jika komputer squid mati kita tidak perlu repot2 menjalankan perintah tersebut secara terus menerus. Tutorial yang ditulis oleh M Furqon T, dapat kita jadikan pedoman untuk melakukan hal ini.Berikutnya kita harus menjalankan ip_tables agar client dapat meredirect port squid server kita dengan perintah :
    # iptables -A PREROUTING -t nat -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-port 3128
    Kemudian restart proxy dengan perintah :
    # squid -k reconfigure

Semoga bermanfaat.

Ref :
http://ardhian.wordpress.com

Posted in Networking | 3 Comments »

Instalasi Squid Proxy pada Ubuntu

Posted by admin on March 5, 2008

Dibawah ini adalah gambaran singkat instalasi squid pada ubuntu:

1. Install squid

$ sudo apt-get install squid squid-common

2. Copy file /etc/squid/squid.conf

$ sudo cp /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.original
$ sudo chmod a-w /etc/squid/squid.conf.original

3. Konfigurasikan squid

$ sudo gedit /etc/squid/squid.conf

http_port 3128 transparent
cache_mem 32 MB
cache_dir ufs /cache 1600 4 256
negative_ttl 2 minutes
maximum_object_size 1024 KB
minimum_object_size 4 KB
visible_hostname myServer
http_access allow manager localhost
cache_swap_high 100%
cache_swap_low 80%

Untuk settingan lengkapnya yang baik tentang konfigurasi squid, bisa dicari di google :) Panduan setting squid dari www.squid-cache.org adalah:

Configuration Guide – 2.6
Configuration Guide – 3.0

Setelah konfigurasi selesai, simpan konfigurasi tersebut.

4. Buat Transparent Proxy menggunakan IPTables

Meredirect port 80 ke port squid 3128

$ sudo iptables -A PREROUTING -t nat -p tcp --dport 80 -j REDIRECT --to-port 3128

5. Restat squid

$ sudo /etc/init.d/squid restart

6. Monitoring squid

Untuk memonitor squid, bisa menginstall beberapa tools, diantaranya bisa dilihat disini

Sumber :

Posted in Networking | 6 Comments »

Cara Instalasi Ubuntu

Posted by admin on March 3, 2008

Yang anda butuhkan minimal porsesor intel PIV 1.6GHz atau setara, ram 256, HD 4GB. dalam praktek saya pake Ubuntu 7.04 Feisty Fawn, menggunakan RAM 512 Mbyte, dan prosesor AMD Sempron 2800+ dan HD 40GB yang sudah terisi Window$.

Membuat Partisi:
Sebelum kita melakukan instalasi ubuntu, sebaiknya kita menyiapkan partisinya dulu (Swap dan Ext3). Bila kita menggunakan LiveCD Ubuntu, kita bisa memakai program pembuat dan penata partisi “GParted” yang bisa diakses dengan memilih Menu System > Administration > Gnome Partition Editor.
gparted01

Pada gambar di bawah ini saya telah memiliki banyak partisi. Yaitu yang ada di bawah direktori-sementara dengan posisi [/dev/hda]. Bila Anda memiliki harddisk SATA atau flashdisk terpasang di komputer Anda maka yang akan ditampilkan adalah direktori [/dev/sda]. Pada contoh berikut, layar menampilkan harddisk yang sudah pernah dipartisikan sebelumnya. Yaitu [/dev/hda1] sampai [/dev/hda8]. Terlihat tidak urut ya? Maklumlah, dulu saya pernah mengutak-atiknya. Coba Anda perhatikan kolom “Tipe”, maka Anda akan melihat jenis format yang berbeda seperti ext3, swap, fat32, dan ntfs. Itu karena dulu saya pernah melakukan “bagi-bagi” partisi. Jangan bila Anda heran bila milik Anda lebih sedikit daripada saya. Pertamakali kita akan mengambil sebagian ruang ber-filesystem fat32 atau ntfs milik kita untuk kita jadikan filesystem ext3. HATI-HATI! Jangan Anda ambil dari filesystem utama Windows [C:], hal ini untuk meminimalkan resiko kerusakan sistem Windows Anda. Misalkan kita ambil dari partisi yang biasanya kita gunakan untuk menyimpan data-data yaitu [D:], [E:], atau lainnya. Caranya sorot baris partisi yang dimaksud lalu klik kanan dan pilih “Resize”.

Perhatian! Partisi yang akan diformat dan di-resize akan menghapus semua isi data dalam partisi yang bersangkutan. Berhati-hatilah dan lakukanlah back-up sebelumnya.
gparted02

Isilah jendela dialog di bawah ini pada baris terakhir “Free Space Following (MiB)” dengan nilai 4334 (dalam satuan Megabyte). Itu artinya partisi kosong sebesar 4 Gigabyte akan kita buat di urutan partisi berikutnya. Dengan demikian baris “New Size” jumlahnya akan berkurang, karena ruang partisi induknya sudah di ambil. Warna kuning pada kotak hijau adalah banyaknya data kita di dalamnya. Lalu klik tombol “Resize/Move”.
gparted03

Setelah selesai, ubahlah ruang kosong yang tersisa di harddisk Anda menjadi format ext3. Caranya klik kanan ruang kosong tersebut lalu pilih “Format to: ext3”. Dulu saya pernah mempartisi harddisk dengan ext3 (ada yang Primary dan ada yang Extended), sehingga di layar pun sudah tersedia partisi dengan format filesystem ext3. Sedangkan bagi yang belum pernah, maka tampilan harddisk ext3 akan ditampilkan setelah proses perubahan. Pada harddisk saya partisi Primary tersedia tiga buah yaitu [/dev/hda1], [/dev/hda3], dan [/dev/hda4]. Sedangkan partisi Extended ada empat (di bawah cakupan [/dev/hda2]) yaitu [/dev/hda5], [/dev/hda6]. [/dev/hda7], dan [/dev/hda8]. Perhatikan kolom “Flags”, [dev/hda4] mempunyai nilai “boot”. Artinya partisi Windows (ntfs) ini juga akan diikutsertakan dalam pilihan saat komputer dinyalakan.
gparted04

Anda juga perlu mengambil ruang kosong minimal 256 Megabyte untuk dijadikan filesystem swap. Swap bekerja sebagai pembantu memory (di Windows dinamakan pagefile). Kita harus membuatnya terpisah di sistem Linux. Caranya seperti tahapan membuat partisi di atas. Hanya saja kita pilih “Format to:” dengan memilih “swap”.
gparted02

Setelah memiliki partisi dengan filesystem ext3 dan swap, kita bisa memulai proses instalasi.
Untuk memulainya, klik ganda icon “install” di layar desktop. Berikutnya adalah jendela dialog “Welcome”, jika Anda menginginkan bahasa Indonesia pilihlah dari kolom sebelah kiri. Dengan demikian dialog dan setting selanjutnya akan diganti dengan bahasa kita. Lalu klik tombol “Maju” di bawah.

slamat datang

Sekarang muncul jendela tentang lokasi dan zona waktu kita, pilihlah Jakarta. Klik tombol “Maju”.
zona waktu

Di jendela berikutnya pilihlah lay-out keyboard “U.S English” sebagai standar internasional. Bila Anda menggunakan komputer Macintosh (iBook/Powerbook) yang prosesornya kompatibel (PowerPC G4 dan G5) maka pilihlah di “U.S English-Macintosh” di kolom kanan. Klik tombol “Maju”. Perhatian: Saya belum pernah mencoba instalasi Ubuntu di iBook/Powerbook, maka saya tidak bisa menjamin instalasi Ubuntu di iBook/Powerbook Anda.

layout keyboard

Kemudian kita akan menjumpai jendela dialog pilihan cara bagaimana kita akan mempartisi harddisk kita. Pilihlah cara Manual. Lalu klik “Maju”.

edit manual

Maka akan muncul jendela daftar partisi seperti screeshot di bawah ini. Saya menyorot (mengeklik) partisi [/dev/hda3] untuk diubah “mount poin”-nya dari posisi [/media/hda3] menjadi direktori root [/]. Proses “mounting” adalah proses pengaitan alat penyimpanan ke sistem. Apabila kita membuat “mount poin” berarti kita membuat semacam tanda agar nantinya partisi yang bersangkutan dikaitkan sesuai derajatnya di sistem. Direktori root [/] adalah direktori tertinggi dalam struktur manajemen file di Linux. Maka saya membuat salah satu partisi sebagai root [/]. Direktori root [/] mirip dengan direktori [C:] di Windows. Tetapi cara kerjanya jauh berbeda. Bila Anda ingin mengetahui beberapa perbedaan manajemen file antara Linux dan Window$. Cara untuk mengubah “mount poin” adalah dengan mengeklik tombol “Edit partisi”, lalu klik “Maju”.

ke8

Anda bisa mengubah “mount poin” menjadi root dengan memberinya tanda slash [/]. Biarkanlah baris di atasnya karena ukurannya sudah benar, dan jenis filesystem-nya sudah benar.

edit di kubuntu

Maka daftarnya akan berubah seperti di bawah ini. Saya memberi tanda cek (V) pada kolom format partisi yang bersangkutan karena sebelumnya ada Edubuntu di situ. Namun bagi Anda tidak usah memformat pun tidak apa-apa, karena Anda tidak memiliki sistem Linux apapun sebelumnya.

Sedangkan tabel “mount point” lainnya, seperti [/media/hda6], [/media/hda7], [/media/hda8], dan seterusnya … kita biarkan saja. Nanti secara otomatis di layar desktop akan terlihat partisi hda6, hda7, hda8, dan seterusnya telah terkait (ditampilkan). Pada jendela ini kita klik “Maju”.

tabel

Pada jendela berikutnya, kita bisa bermigrasi dari “Document and Setting” milik kita sebagai user di Window$. Silahkan pilih (tanda cek) dari akun user yang Anda perlukan. Lalu buatlah sebuah akun user di Ubuntu sebagai tempat migrasinya. Bila Anda tidak memilih satupun untuk dimigrasikan tidak apa-apa. Klik “Maju”.

migrasi

Pada tahap berikutnya Anda perlu mengisi nama user Anda di Ubuntu dan password-nya. Klik “Maju”.

akun user

Berikutnya akan muncul jendela ringkasan setting global yang tadi telah Anda lakukan. Klik “Install”.

ringkasan setting

Inilah proses puncaknya. Sistem Ubuntu disalin ke komputer Anda. Di komputer saya, proses loading ini memakan waktu sekitar dua puluh lima menit. Bila spesifikasi komputer Anda lebih rendah daripada milik saya, waktunya akan lebih lama. Bersabarlah sambil mengerjakan sesuatu yang berguna.

loading…

Jika telah selesai, kita akan diberi pilihan me-restart komputer kita atau meneruskan LiveCD. Mendingan restart aja dari sistem di harddisk. CD installer-nya akan dikeluarkan secara otomatis.

instal selesai

Instalasi di atas partisi Windows bisa Anda lakukan bila sudah ada sistem Windows di dalamnya. Bila belum ada harus menginstalasi Window$ terlebih dahulu. Karena sangat susah untuk menginstal Windows belakangan setelah ada partisi Linux, (saya belum tau caranya). Bila Window$ diinstall belakangan dengan cara biasa akan merusak partisi Linux. Saya pernah mengalaminya.

Posted in Desktop | 8 Comments »