wadoh… mumetzzz, sory temen2 ubuntuer sementara kagak bisa update content dikomunitas ini karena lagi betul2 sibuk sama pekerjaan baru… tapi nanti insyaallah saya sempetin dech…. #mohon bersabar#
Archive for the ‘Tips & Trik’ Category
iseng!!!
Posted by admin on October 6, 2009
Posted in Desktop, Development, Hacking, Info & Activity, Kernel, Monitoring, Multimedia, Networking, Opini, Scurity, Tips & Trik | Leave a Comment »
Remaster Ubuntu LiveCD Dengan Reconstructor
Posted by admin on March 19, 2008
Beberapa waktu yang lalu kita sudah mencoba me-remaster Ubuntu LiveCD menggunakan cara manual. kali ini saya akan mengajak anda melakukan remaster menggunakan reconstructor. Reconstructor adalah tools GUI untuk meremaster HANYA Ubuntu/Xubuntu LiveCD atau installer.
Apa Sih Reconstructor Itu?
Reconstructor is an Ubuntu GNU/Linux CD Creator.
It uses the Desktop(Live), Alternate(Install), or Server disc as a base, and then allows for user customization.
For the Ubuntu Desktop base, you can customize the entire environment. For instance, you can add/remove software, change the default look (splash, themes, fonts, wallpaper, etc.), add desktop links, etc.
For the Alternate and Server bases, you can add any additional software to the disc that you would like installed.
Reconstructor is written in python and is licensed under the GNU General Public License (GPL).
Mengapa hanya bisa digunakan untuk Ubuntu/Xubuntu?
Karena Ubuntu/Xubuntu menggunakan desktop berbasis GTK dan menggunakan Display Manager yang sama (GDM), jadi pengguna yang paling banyak mendapatkan keuntungan dari Reconstructor adalah anda yang me-remaster Ubuntu atau Xubuntu LiveCD/Install CD saja.
Sedangkan anda yang menggunakan Kubuntu atau lainnya, hanya mampu melakukan beberapa kustomasi saja.
Langkah 1. Menginstall Reconstructor
Silahkan mendownload recostructor di http://reconstructor.aperantis.com.
Saat artikel ini ditulis, tersedia recontructor versi 2.7.
Untuk menginstall, lakukan:
sudo dpkg -i path/reconstructor-xx.deb
Untuk menjalankan reconstructor, Start Menu >> Application >> System Tools >> Reconstructor

Langkah 2. Pre-check (modul, dependency)
Setelah dijalankan, reconstructor akan membuka sebuah terminal. Saat ini reconstructor akan mengecek keberadaan paket-paket dan tools serta modul yang terinstal di sistem anda. Perhatikan pesan yang dikeluarkan reconstructor, pastikan anda melengkapi lebih dulu kekurangan paket sebelum memulai.
Langkah 3. Select task live or install
Saat ini anda diijinkan memilih task atau pekerjaan apa yang akan dibuat. Di sini kta akan memilih LiveCD.
Langkah 4. Create direktori (working dir, live root)

Reconstructor akan membuat beberapa direktori di home folder anda. Secara default, reconstructor akan membuat sebuah direktori, reconstructor. dan didalamnya akan dibuat tiga direktori lagi:
- root untuk mengkopi isi filesystem.squashfs atau live system
- initrd untuk mengkompilasi intrd yang baru
- remaster untuk meletakkan file-file kopian dari CD yang akan dikompilasi menjadi ISO
Langkah 5. Copying LiveCD

Langkah 6. Extracting Squashfs fs
Langkah 5 dan 6 serta langkah terakhir ini memakan waktu cukup lama. hampir semua resource PC digunakan.
Langkah 7. Customizing
-
Customizing Boot Usplash dan GNOME Splash

Saat ini anda harus menyiapkan sebuah file png dengan ukuran 640 x 400 pixel dan indexed 16 color untuk Dapper. Sedangkan untuk Gutsy anda perlu menyiapkan sebuah file png dengan ukuran 800×600 dan 256 warna indexed.
Klik tombol generate untuk membuat/mengkonversi file png anda menjadi file usplash.so. Kemudian masukkan lokasinya di field usplash location.
Sedangkan untuk GNOME splash, silahkan ikuti tutorial ini.
-
Customizing Gnome

Di sini sepertinya tidak ada masalah. Anda pasti bisa melakukannya. Jika anda memiliki ikon set sendiri, letakkan di direktori /usr/share/icons/ pada direktori kerja reconstructor anda (root).
Jika anda ingin merubah ikon start menu, ikuti tutorial ini.
- Customizing Apt Sources
-
Optimizing Boot Process
- Customizing Reconstructor Modules

Modul-modul yang terdaftar di tab ini akan didownload, jadi siapkan koneksi internet anda. - Customizing User
Saya rasa ini juga mudah. Silahkan manfaatkan sesukanya. Jika anda set password, anda akan menghadapi login screen lebih dulu (? not tested yet)
Langkah 8. Using Reconstructor Terminal
Bagaimana menggunakan reconstructor terminal untuk kustomasi? Klik ikon terminal di bawah jendela reconstructor.

Langkah 9. Manual Customizing
Jika anda memiliki paket sendiri yang sudah anda download atau kompilasi sendiri dan akan anda install, kopikan file tersebut ke direktori kerja reconstructor/root/ dan eksekusi menggunakan dpkg.
Jika anda menggunakan repository lokal (DVD/ISO), gunakan perintah berikut ini:
Download paket-paket dari repo lokal:
sudo apt-get -d install
Kopi file hasi download ke direktori kerja reconstructor, pada contoh lomuntu-tmp.
cp /var/cache/apt/archive/* /home/amrinz/reconstructor/root/lomuntu-tmp/
Kemudian untuk menginstallnya, lakukan ini dari reconstructor terminal.
cd lomuntu-tmp
dpkg -i *
Jika program yang akan anda tambahkan bukan paket deb, seperti xampp dan flash plugin. Gunakan cara ini. Kopi kan folder lampp ke direktori /opt di direktori kerja reconstructor (root/opt). Untuk mengkopi, anda bisa menggunakan thunar atau nautilus sebagai root.

Screnshoot dibawah ini menunjukkan proses instalasi flash plugin dari adobe.

Langkah yang sama juga berlaku untuk paket lain, misalnya wine.
Langkah 10. Building ISO files

Ini adalah langkah terakhir, jika anda sudah siap, silahkan klik rebuild.
Catatan:
Milik saya sendiri mengalami error, metacity tidak berjalan saat masuk desktop, jadi window tidak memiliki dekorasi border.
Lampiran:
Finish!
Posted in Development, Tips & Trik | 6 Comments »
Membuat Repo Local Ubuntu
Posted by admin on March 8, 2008
Repositori lokal dapat dibangun dalam rangka menghemat penggunaan bandwidth karena proses pengambilan berkas-berkas paket dari mirror hanya perlu dilakukan satu kali sedangkan selanjutnya cukup mengakses repositori lokal saja.
Posted in Desktop, Networking, Tips & Trik | Leave a Comment »
Trouble Shoting GParted
Posted by admin on March 8, 2008
Dan ternyata, ketika melihat detail kesalahannya, seperti yang disarankan GParted, permasalannya adalah partisi yang akan diformat tersebut berada dalam keadaan di-mount. Dan seperti kita ketahui bersama, jika ingin melakukan format pada suatu partisi, maka partisi tersebut harus di-umount dulu.
Pertanyaannya, siapa yang me-mount partisi tersebut? Yang pasti bukan saya pelakunya. Setelah mutar-mutar ke sana ke sini, ternyata ada suatu program bernama gnome-volume-properties, ada di menu System -> Preferences -> Removable Drives and Media, yang diatur untuk melakukan mount secara otomatis ketika suatu removable drive atau removable media di-hot-plug/insert.
Huh, akhirnya ketemu juga akar permasalahannya. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, cukup hilangkan tanda centang pada pilihan “Mount removable drives when hot-plugged” dan “Mount removable media when insert”, barulah lanjutkan proses partisi yang tertunda tadi. Jangan lupa juga untuk mengembalikan pengaturan ini jika proses partisi sudah selesai.
Posted in Desktop, Tips & Trik | Leave a Comment »
Membuat Flash Disk sebagai Penggati Live CD Ubuntu 7.10
Posted by admin on March 2, 2008
kita bisa membuat Live Ubuntu pada flash disk.
Keuntungan cara ini:
(1) data akan berumur panjang selama flah disk tdk rusak.
(2) kecepatan akses flash disk lebih bagus daripada cdrom.Untuk membuat USB bisa sebagai bootable di perlukan software pembuat bootloader. disini saya menggunakan syslinux untuk membuat USB bootable.
Syslinux ini merupakan utilitas penyedia boot loader pada OS Linux yang dpt bekerja pada sistem file Ext2/Ext3, Fat/Fat32, maupun CDROM. info lengkap disini:
http://www.syslinux.org/
cara instalasi syslinux dari shell:
$ sudo apt-get install syslinux mtools
Setelah proses installasi selesai kemudian mount USB, Biasanya partisi USB ada pada /dev/sdb atau /dev/sdb1, dan di mounting di dalam folder media dengan nama folder usb atau nama label USB tersebut, untuk melihat partisi harddisk dan USB bisa dengan cara :
$ sudo fdisk -l
untuk membuat USB Flsh bisa sebagai bootable dengan syslinux cukup mengetikan perintah ini pada terminal konsole
$ sudo syslinux -s /dev/sdb1
selanjutnya copy semua file yang ada di Live CD Ubuntu 7.10 “Gutsy Ribbon” ke dalam USB
$ sudo cp -rp /media/cdrom/* /dev/sdb1
Setelah proses copy file selesai, ubah nama folder isolinux menjadi syslinux, didalam folder syslinux ganti nama file isolinux.bin dan isolinux.cfg menjadi syslinux.bin dan syslinux.cfg.
Untuk Windows Download file syslinux dari sini , kemudian extrak ke dalam direktori C dengan nama syslinux.
Pada command promt windows masuk ke direktory c:syslinuxwin32, gunakan perintah berikut untuk membuat usb bisa sebagai bootable disk : syslinux -s F: ( asumsi usb drive di F ), kemudian copy semua file di Ubuntu 7.10 Live CD ke dalam USB, sebaiknya gunakan command xcopy /e /h /k d:*.* f: (D sebagai CDROM).
Selanjutnya USB flash sudah bisa di gunakan sebagai penganti Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon Live CD.
Posted in Desktop, Tips & Trik | 5 Comments »